Kolaborasi Kanwil DJPb Kalteng dan Rumah BUMN Pertamina Beri Bantuan UMKM
PALANGKA RAYA — Upaya memperkuat kapasitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Tengah dengan Rumah BUMN Pertamina dalam mendukung pemberdayaan UMKM binaan tahun 2026.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Pemberdayaan UMKM Kanwil DJPb Provinsi Kalteng Tahun 2026, salah satunya dengan memberi bantuan kepada UMKM binaan. Sebanyak empat UMKM menerima dukungan dalam program tersebut, yakni Chi-Chi Borneo, Camilan Inara, Acil Mila, dan Camilan Ningsih.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, serta memperkuat keberlangsungan usaha masing-masing penerima.
Susilo Tri Anggono,
Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, menyampaikan, bahwa penguatan UMKM membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM binaan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas akses pasar,” kata Susilo, kepada wartawan, sesuai memberikan bantuan secara simbolis, di Kantor DJPb Kalteng, Jumat (25-9-2026).
Dikatakan dia, sinergi dengan Rumah BUMN Pertamina menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih kuat. Dukungan kepada pelaku usaha tidak hanya diarahkan pada bantuan sarana, tetapi juga pengembangan kapasitas, pendampingan, dan pembukaan peluang agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Empat UMKM dengan produk unggulan beragam,
Salah satu penerima bantuan adalah Chi-Chi Borneo, milik Nuraini Wahyudiningsih, yang bergerak di bidang pengolahan kopi.
Berbagai produk yang dikembangkan antara lain Kopi Rempah, Kopi Blend Liberika Cocoa, Kopi Blend Robusta Arabika, Kopi Original Robusta dan Greenbean Kopi Liberika. Produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kopi Kalteng melalui produk bernilai tambah.
Nuraini menyambut positif dukungan yang diberikan melalui Program Pemberdayaan UMKM tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menunjang keberlangsungan usaha. Dukungan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk kopi khas Borneo agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Nuraini.
Sementara itu, Camilan Inara merupakan UMKM yang bergerak di bidang produksi camilan akar pinang.
Berikutnya, Acil Mila merupakan pelaku UMKM yang memproduksi berbagai jenis camilan, di antaranya keripik pisang, stik bawang, dan aneka camilan lainnya.
Adapun Camilan Ningsih bergerak di bidang produksi makanan ringan tradisional, dengan produk utama berupa rempeyek dan rengginang.
Keempat UMKM tersebut menunjukkan keberagaman potensi usaha lokal, mulai dari produk kopi, camilan akar pinang, olahan keripik dan stik, hingga makanan ringan tradisional seperti rempeyek dan rengginang.
Dukungan untuk UMKM Berkelanjutan
Penyerahan bantuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pelaku UMKM agar dapat meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya. Bantuan yang diterima juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan masing-masing usaha. chi




Tinggalkan Balasan