Serang — Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara mendadak pada Minggu pagi. Rentetan letusan tercatat memuntahkan material dari dalam perut bumi dan memicu kewaspadaan bagi masyarakat di kawasan pesisir Banten maupun Lampung.

Berdasarkan data teknis dari Magma Indonesia (Kementerian ESDM), letusan awal terdeteksi sejak pukul 03.53 WIB. Alat pemantau seismograf mencatat amplitudo maksimum hingga 46 milimeter dengan durasi letusan awal berlangsung sekitar 30 detik. Tak berhenti di situ, erupsi susulan kembali terekam pada pukul 07.10 WIB.

Meski pengamatan visual tinggi kolom abu sempat terhalang kondisi cuaca serta kabut tebal di atas perairan, instrumen pemantau mengonfirmasi adanya guncangan dan hembusan energi vulkanik yang cukup masif.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau keras agar tidak ada aktivitas warga dalam radius berbahaya. Masyarakat, nelayan lokal, hingga wisatawan dilarang mendekat dalam jarak minimum 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat yang berada di sekitar pesisir Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang, mengabaikan isu-isu hoaks yang tidak jelas sumbernya, serta selalu memperbarui informasi dari kanal resmi BMKG dan PVMBG.